People Pleaser: Pengaruh Buruk terhadap Kesehatan Mental

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain. Hal ini terbukti sejak manusia lahir ke dunia, manusia langsung berinteraksi yakni dengan orang tua dan keluarganya. Ketika masih bayi, bentuk interaksi manusia yaitu dengan cara menangis. Hingga akhir hayatnya, manusia akan tetap berinteraksi dan terus menjalin hubungan dengan manusia lainnya. Walaupun manusia merupakan makhluk sosial, manusia juga termasuk makhluk individual, yakni manusia akan selalu memenuhi kebutuhan hidupnya dan tidak selalu bergantung pada orang lain. Namun, banyak orang di sekitar kita yang tidak menerapkan definisi manusia dalam kehidupannya. Banyak orang yang terlalu bergantung dengan orang lain dan tidak menerapkan bahwa manusia juga makhluk yang individual.  

#DearSenjaBlogCompetition

People Pleaser dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Mental

(Picture source by moonshineink.com)

Kesehatan mental menjadi isu yang ramai dibicarakan, terutama bagi kalangan muda. Karena memang kesehatan mental itu sangat penting bagi manusia. Banyak orang yang lengah dan tidak memperhatikan kesehatan mentalnya. Jika kesehatan mental kita terjaga, maka kita dapat menjalani kehidupan dengan nyaman, kualitas hidup meningkat, lebih produktif dalam menjalani berbagai aktivitas, mampu menghadapi masalah dengan akal yang sehat dan pikiran yang positif, serta mampu menjalin hubungan yang positif dengan orang lain. Namun, Jika kita stres dan depresi karena suatu hal, maka mental kita akan terganggu dan akhirnya berpengaruh terhadap kehidupan yang kita jalani. Salah satu hal yang berpengaruh bagi kesehatan mental kita adalah memiliki sikap yang tidak enakan atau tidak tegaan yang terlalu berlebihan. Sikap ini dapat menyebabkan seseorang menjadi stres, depresi, dan tertekan. Orang yang memiliki sikap seperti ini disebut dengan people pleaser. Orang yang berkepribadian seperti ini sangat mudah untuk dipengaruhi oleh orang lain dan mudah untuk dimanfaatkan oleh orang lain.

People pleaser merupakan salah satu sikap yang timbul karena orang tersebut terlalu bergantung pada orang lain dan ingin melakukan apa saja untuk kesenangan orang lain. Orang yang memiliki sikap ini cenderung mementingkan dan memenuhi kebutuhan orang lain dari pada dirinya sendiri. People pleaser pada dasarnya adalah orang yang selalu berbuat baik kepada orang lain. Namun, karena terlalu baik mereka tidak bisa menolak jika terdapat sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Mereka enggan untuk berkata “tidak” karena takut mengecewakan orang lain, takut ditinggalkan oleh orang lain, dan mereka tidak ingin ada perselisihan yang timbul karena dirinya. Walaupun apa yang diinginkannya tidak sesuai, mereka akan selalu menuruti apa kata orang lain. People pleaser ini sering melekat pada orang yang tidak memiliki kekuatan sosial. Mereka berusaha untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh lingkungan di sekitarnya.

People pleaser ini sangat merugikan bagi setiap individu. Dengan tidak mengatakan apa yang sebenarnya diinginkan, artinya kita telah membohongi diri kita sendiri. Dari sikap ini bisa menimbulkan stres dan kita merasa tertekan. Contoh simpelnya, Ani merupakan orang yang introvert yang memiliki seorang sahabat bernama Diana. Diana memiliki kepribadian yang ekstrovert, berkebalikan dengan Ani. Mereka tinggal di asrama yang kebetulan satu kamar. Suatu hari, Diana mengajak Ani untuk mengikuti kegiatan di luar asrama. Namun, Ani merasa kegiatan di asrama sudah terlalu banyak dan energinya sudah terkuras di asrama. Tetapi, Ani merasa tidak enak untuk menolaknya karena Diana ini teman sekamarnya dan sangat dekat dengannya. Ani pun mengiyakan ajakan Diana, walaupun sebenarnya ingin untuk menolak. Selama kegiatan di luar asrama, Ani merasa energinya habis karena dia pun tidak suka keramaian apalagi banyak orang yang mengenalinya. Hari-hari berikutnya Diana selalu mengajak Ani, dan Ani pun selalu menurutinya walaupun dirinya sangat tertekan. Ani seperti tidak mempunyai pendirian dan arah hidupnya yang selalu diatur oleh Diana.

Dari contoh diatas, Ani mempunyai sikap people pleaser. Jika dia tidak merubahnya, dia akan tertekan dan lama-kelamaan akan berpengaruh terhadap kesehatan mentalnya. Ani yang selalu memprioritaskan kepentingan dan kebahagiaan Diana tanpa mempedulikan kondisi dirinya. Ani takut jika dia menolaknya maka akan terjadi keributan dengan Diana, dan dia tidak ingin itu terjadi. Jika ini dibiarkan, maka Ani dapat mengalami stres bahkan juga depresi karena selalu tertekan dan tak mampu untuk berkata yang sesungguhnya kepada Diana. Kondisi stres, tertekan, hingga depresi ini akan mengganggu dan mengancam kesehatan mentalnya. Dari sini sudah jelas, bahwa mempunyai sikap people pleaser sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental kita. Untuk menambah wawasan mengenai kesehatan mental yang lebih dalam, kita dapat mengakses website dearsenja.com dan blog dear senja. Selain berbagai macam artikel mengenai kesehatan mental, pada situs tersebut juga terdapat komunitas yang berfokus pada kesehatan mental di Indonesia, dan kita bisa join di komunitasnya. 

#DearSenjaBlogCompetition

Solusi untuk Meminimalisir Sikap People Pleaser

(Picture edit by canva)

Lalu, bagaimana cara meminimalisir sikap tersebut demi kesehatan mental kita? Berikut merupakan tips untuk terhindar dari sikap people pleaser

1.      Kenali diri sendiri dan tetapkan personal boundaries

Tidak semua orang mampu untuk mengenal dirinya sendiri. Untuk meminimalisir sikap people pleaser, kita harus mampu mengenali diri kita terlebih dahulu. Kenali apa yang kita rasakan jika berinteraksi dengan orang lain dan juga harus bagaimana untuk merespon orang lain. Dengan mengenal diri sendiri, berarti kita telah memahami apa yang kita dibutuhkan dan yang kita rasakan. Dengan begitu, kita akan memiliki kebahagiaan seutuhnya tanpa adanya paksaan. Kenali apa yang menjadi sifat dan sikap kita, kelebihan dan kekurangan kita, hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kekurangan kita, dan menetapkan batasan-batasan personal kita untuk orang lain atau bahasa kerennya personal boundaries. Dengan mengenal diri secara mendalam dan menetapkan personal boundaries, kita akan tahu apakah seseorang telah melewati batas personal kita atau belum, sehingga kita dapat meresponnya sesuai dengan pilihan hati kita.

2.      Berani untuk berkata “tidak” jika tidak sesuai dengan kemauan dan hati nurani

Orang yang memiliki sikap people pleaser sulit untuk mengatakan “tidak” kepada orang lain. Mereka selalu setuju atas permintaan atau gagasan orang lain. Untuk meminimalisir sikap ini, maka seorang people pleaser harus berani untuk mengatakan ”tidak” atau berani menolak atas segala hal yang tidak sesuai atau tidak diinginkannya. Mulai dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu, Nanti lama-kelamaan akan terbiasa untuk mengatakan sesuai dengan hati nurani. Namun, untuk menolaknya harus menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung perasaan orang lain agar tidak terjadi perselisihan.

3.      Mempunyai pendirian dan mampu untuk bersikap tegas

Manusia yang berada di planet bumi ini memiliki karakter yang berbeda-beda, begitu juga dengan tujuan hidupnya. Oleh karena itu, tidak jarang kita menemui adanya perselisihan dengan orang lain akibat tidak searah dengan tujuan atau pemikiran kita. Dari situlah kita harus mempunyai sikap yang tegas dan mempunyai pendirian. Mengapa demikian? Karena agar kita tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain dan tidak mudah goyah dengan pilihan kita. Misalnya, Ani ingin melanjutkan pendidikan tingginya di Yogyakarta, sedangkan Diana ingin melanjutkan pendidikan tingginya di Bandung, namun Diana ingin bersama sahabatnya (Ani) untuk tinggal di Bandung. Jika Ani memiliki sikap pendirian dan tegas, maka Ani dapat menolaknya karena dia memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikannya di Yogyakarta. Menolak tanpa menyakiti hati Diana, sahabatnya. Mempunyai sikap tegas dan teguh pendirian ini sangat penting agar orang lain tidak memaksakan suatu hal pada kita.

4.      Tidak memikirkan omongan dan anggapan orang lain atas diri kita

Saat pertama kalinya kita merubah sikap, pasti ada orang lain yang membicarakan kita atau hanya sekadar kaget dan aneh saja dengan sikap kita. Apapun yang orang lain bicarakan tentang diri kita, hiraukan saja dan tak perlu dipikirkan. Fokus ke diri sendiri saja yang ingin merubah sikap untuk menjadi lebih baik demi kesehatan mental kita. Jika yang orang lain bicarakan itu adalah hal yang baik, anggap saja itu motivasi kita agar lebih semangat lagi dalam meminimalisir dan menghilangkan sikap people pleaser dalam diri kita. Namun, jika yang dibicarakan tentang kita adalah hal yang buruk, yang dapat membuat kita menjadi lebih buruk, maka hiraukan saja. Orang yang seperti itu adalah orang yang toxic untuk kita.

5.      Berhenti untuk selalu membahagiakan orang lain

Seorang people pleaser selalu mengutamakan kebahagiaan orang lain diatas kebahagiaan dirinya sendiri. Mulai saat ini, karena kita ingin meminimalisir dan menghilangkan sikap tersebut dari diri kita, maka kita harus selalu mengutamakan kebahagiaan kita terlebih dahulu. Ingat, yang menjalani kehidupan itu kita, bukan orang lain, dan yang bertanggungjawab atas diri kita ya kita sendiri, bukan orang lain. Kita berhak untuk memilih apa yang kita inginkan dan membahagiakan orang lain bukan kewajiban kita.

6.      Keluar dari zona nyaman

Seorang people pleaser selalu terjebak dalam zona nyamannya. Mereka enggan untuk keluar dari zona nyaman karena takut melakukannya dengan pikiran-pikiran buruk yang menghantuinya. Namun, kalau kita terus-terusan berada di dalam zona nyaman, kapan kita dapat berubah? Kapan kita dapat menjalani kehidupan dengan tenteram dan tidak ada tekanan? Jangan mau untuk terus-terusan terjebak di dalam zona nyaman kita. Cobalah lakukan sedikit perubahan agar hidup kita menjadi lebih baik, terutama yang menyangkut kesehatan mental.

Referensi: 

Wee, D. 2021. Tegas Membangun Batas. Laksana. Yogyakarta.

Herdiansyah, C. U. 2022. Terapi Feminis melalui Self-Puzzle Challenge untuk Mengatasi Sikap People Pleasing pada Remaja di Kelurahan Husein Sastranegara Kecamatan Cicendo Kota Bandung Jawa Barat. Skripsi, Prodi BKI, FDK, UIN Sunan Ampel Surabaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kanker, Salah Satu Penyakit yang Membahayakan dan Mematikan

Pernah ga jadi tempat curhatnya orang tua lo?

Perjalananku Menjadi Mahasiswa, Dari Yang Semula Bucin UI Hingga Menjadi Mahasiswa UIN Suka Yogyakarta