Kanker, Salah Satu Penyakit yang Membahayakan dan Mematikan
Kanker adalah salah satu penyakit yang membahayakan dan mematikan. Pasien
yang menderita kanker setiap tahunnya selalu meningkat. Menurut WHO, secara global
jumlah penderita kanker diperkirakan meningkat hingga 70 persen dalam dua
dekade mendatang.
Di Indonesia pengidap kanker lebih didominasi oleh kaum wanita dan
mayoritas adalah pengidap kanker payudara. Sedangkan pria lebih banyak terkena
kanker paru-paru akibat merokok. “Kanker payudara masih menjadi jenis kanker
yang mayoritas diderita masyarakat Indonesia. Yang kedua adalah kanker serviks.
Serta yang ketiga tipis-tipis antara usus dan paru-paru.” Tutur Dr. Sonar Soni
Panigoro, Sp.B(K)Onk ahli bedah onkologi.
Sampai detik ini belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit kanker.
Pengobatan yang ada hanyalah terapi agar sel-sel kanker tidak menyebar ke bagian
tubuh yang lain dan untuk mematikan sel-sel kanker. Pengobatannya yaitu dengan
cara kemoterapi, terapi radiasi, dan operasi.
Kemoterapi merupakan penggunaan obat-obatan untuk menghancurkan atau
membatasi pertumbuhan sel-sel kanker, dan biasa digunakan untuk membersihkan
sel-sel kanker yang masih tersisa pada tubuh pasien setelah menjalani operasi
atau terapi radiasi. Pengobatan ini biasanya dilakukan selama empat atau lima
tahun secara berturut-turut (berobat jalan). Jika kemoterapi tidak dilakukan,
maka sel-sel kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh yang lain akan terus
berkembang sehingga akan sangat membahayakan bagi kita. Namun, kemoterapi ini sedikit
merugikan karena terdapat efek samping diantaranya yaitu hilangnya nafsu makan,
mual, kelelahan, rambut rontok hingga tidak ada rambut sedikit pun yang
tersisa, dan juga kuku pada tangan dan kaki menghitam. Sedangkan terapi radiasi
adalah penggunaan radiasi untuk membunuh sel-sel kanker pada area kecil yang
ditargetkan. Terapi radiasi juga biasa digunakan untuk memperkecil tumor
sehingga nantinya dapat dibuang melalui operasi.
Pengobatan kanker ini membutuhkan seorang dokter spesialis onkologi dan
alat-alat untuk sinar radiasi. Namun, tidak semua rumah sakit di daerah atau
kota mempunyai fasilitas ini, sehingga banyak pasien yang dirujuk ke rumah
sakit di luar kota untuk mendapatkan fasilitas yang sesuai. Seperti di kota
Pekalongan, Jawa Tengah yang salah satu rumah sakitnya tidak mempunyai dokter
kandungan subspesialis onkologi (dokter khusus kanker serviks), sehingga pasien
yang terkena kanker serviks akan dirujuk ke rumah sakit di daerah Banyumas dan
Purwokerto. Selain itu, di kota Pekalongan juga tidak ada alat untuk sinar
radioterapi sehingga pasien yang akan diterapi radiasi juga dirujuk ke rumah
sakit yang ada di daerah Purwokerto. Hal ini membuat pasien harus memikirkan
bagaimana nanti di luar kota ketika akan berobat, akan ditemani oleh siapa, dan
juga biaya transportasi serta biaya penginapannya sehingga uang yang akan
digunakan untuk berobat bertambah banyak.
Sebagai pemuda dan generasi penerus bangsa khususnya para mahasiswa, harus bisa
mengatasi persoalan ini. Karena banyak orang yang menderita penyakit kanker
namun di daerahnya tidak memiliki fasilitas sehingga harus berobat ke luar
kota. Teknologi semakin lama juga semakin berkembang, kita para penerus bangsa
harus bisa menciptakan alat untuk sinar radiasi sehingga tidak perlu mengimpor
dari luar negeri, dan bisa disebarluaskan ke daerah serta kota-kota yang tidak
memilikinya. Kita sebagai generasi muda juga bisa menciptakan suatu alat atau
menemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakit kanker, karena sampai detik ini
penyakit kanker belum ada obat untuk menyembuhkannya. Untuk pemuda yang ingin
menjadi dokter atau yang sedang menekuni di bidang kedokteran, jika tertarik
untuk melanjutkan pendidikannya mungkin bisa mengambil spesialis onkologi. Bagi
pemuda yang menekuni bidang minat biofisika, fisika medis, instrumentasi medis,
biokimia, biomedis, bioinformatika, dan bidang kesehatan serta kedokteran
mungkin bisa menemukan sesuatu hal yang bisa meminimalisir terkena kanker dan
mengadakan sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara mencegah
kanker.
Kanker merupakan penyakit yang mematikan karena jika sudah stadium empat biasanya
pasien berakhir meninggal. Oleh karena itu, kita bisa mencegahnya dengan
mengonsumsi makanan sehat, rajin berolahraga, tidak merokok, tidak meminum
minuman beralkohol, dan jika terdapat sesuatu yang mencurigakan segera
menghubungi dokter agar diperiksa lebih lanjut (mendeteksi sejak dini).
Mendeteksi sejak dini lebih bagus dari pada dipendam lalu kankernya sudah ganas
dan menyebar ke bagian tubuh lain sehingga akan sulit untuk diobati.
Komentar
Posting Komentar