GAP YEAR
Apa sih gap year itu? kenapa orang-orang terlihat seperti menyepelekan dan memandang sebelah mata seolah-olah gap year ini sesuatu yang negatif? bagaimana caranya menerima kenyataan dan bangkit lagi dari kegagalan? markiba, mari kita bahas.
Gap year adalah masa jeda (menunda) dimana seorang siswa mengambil jeda 1 tahun (umumnya) untuk tidak melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, atau istilah kasarnya nganggur dulu sebelum lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tapi bukan berarti gap year ini benar-benar menganggur ya, karena kita bisa melakukan sesuatu hal yang positif tergantung individu masing-masing. Ada juga yang mengambil jeda 2 sampai 3 tahun tergantung keinginan masing-masing.
Di Indonesia, banyak orang-orang yang menganggap bahwa gap year ini sesuatu hal yang buruk, sesuatu yang negatif. mengapa? karena mereka berpikir bahwa gap year ini adalah suatu keterlambatan, terlambat untuk mengejar dan mencapai sesuatu. Mereka merasa lebih lambat dibandingkan dengan teman-teman sebayanya, apalagi faktor tetangga yang suka ngomentarin dan membanding-bandingkan hidup orang. Orang-orang takut mengambil masa gap year karena mereka merasa tidak kuat akan omongan tetangga yang sering bertanya "jadi lanjut kemana?". Bahkan ada yang merasa ketuaan jika mengambil masa gap year. Padahal di luar negeri, gap year ini suatu hal yang biasa. misal gap year sambil menunggu pembukaan pendaftaran beasiswa, dan sebagainya. Sebenarnya tidak ada kata terlambat untuk belajar. Belajar itu tidak memandang usia. Setiap orang mempunyai waktu mekarnya masing-masing, waktu untuk suksesnya masing-masing. Jadi tidak perlu khawatir akan hal itu. Rezeki itu sudah diatur sama Allah, tidak akan keliru atau salah sasaran.
Gap year bukan hal yang buruk, justru malah menjadi suatu hal yang baik. Disaat gap year kita bisa introspeksi diri untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Introspeksi diri mengapa kemarin bisa gagal untuk mencapai tujuan sehingga kita bisa memperbaikinya. Gunakan masa gap year sebaik mungkin. Misalnya untuk menambah relasi, pengalaman, skill, mengembangkan hobi, dan sebagainya. Contohnya dengan kerja beberapa bulan sambil menunggu ujian masuk universitas, mengikuti kursus atau volunteer untuk menambah skill dan pengalaman, atau bisa juga dengan mengikuti berbagai macam seleksi beasiswa.
Disaat gap year kita juga bisa mematangkan pilihan jurusan dan universitas yang akan kita tuju agar tidak salah jurusan atau salah sasaran. Kita harus tahu minat dan bakat kita agar tidak salah jurusan. Seimbangkan juga dengan cita-cita dan bidang apa yang ingin kita ketahui lebih dalam lagi yang selalu bikin kita penasaran. Pilihannya juga harus realistis agar tidak terjadi kegagalan lagi. Idealis boleh tapi juga harus realistis di pilihan yang kedua, jangan sampai jatuh ke dalam lubang yang sama atau melakukan kesalahan yang sama seperti di tahun sebelumnya.
Disaat gap year kita juga harus menyusun rencana untuk 1 tahun kedepan. Mau diisi apa masa gap year itu, bikin study plan, dan juga rencana mau ngapain lagi jika kegagalan kembali terjadi. Belajar mengatur waktu disaat gap year juga penting agar tidak terlalu santai dalam belajar, karena jujur saja kelihatannya gapyear 1 tahun itu lama padahal waktunya terasa cepat.
Manfaat gap year yang terakhir adalah tentang hubungan kita dengan keluarga, teman, ataupun dengan Tuhan. Yang sebelumnya tidak pernah dekat dengan Tuhan ataupun keluarga, maka disaat gap year inilah ada kesempatan untuk lebih dekat lagi. Jangan lupa untuk meminta restu orang tua, karena ridho Allah itu ada pada ridho orang tua. Selain itu, kita juga bisa memperbaiki hubungan dengan teman. Kita juga akan tahu siapa saja teman yang benar-benar teman kita, sahabat kita yang selalu mensupport kita, yang selalu ada untuk kita disaat susah ataupun senang. Siapa saja teman yang toxic atau yang menjauhi kita karena kita mengambil masa gap year. Nah, teman yang toxic ini harus ditinggalin agar tidak menimbulkan dampak yang negatif bagi kita.
Kalian tahu J.K Rowling? penggemar buku Harry Potter pasti sudah tidak asing dengan nama J.K. Rowling. Perempuan asli Britania Raya ini adalah penulis buku Harry Potter. Namanya sangat populer setelah buku yang ditulisnya tersebut diangkat ke film layar lebar. Menariknya, J. K. Rowling juga pernah mengalami masa gap year. Ia memanfaatkan waktunya untuk mengajar bahasa Inggris di Porto, Portugal. Dari aktivitas sosial itu, J.K. Rowling menemukan inspirasi untuk menulis The Mirror of Erised, salah satu bab dari buku pertama Harry Potter.
Febby Rastanty juga dulunya gap year demi prodi hukum UI dan ia linjur dari saintek ke soshum. Di tahun pertama dia gagal masuk universitas karena terlalu sibuk shooting yang mengakibatkan belajarnya menjadi acak-acakan sehingga ia memutuskan untuk gap year. Disaat gap year dia berusaha keras sehingga ia bisa tembus di UI lewat sbmptn.
Quotes diatas adalah jawaban dari bagaimana cara menerima kenyataan bahwa kita harus gap year terlebih dahulu. Kenapa begitu? Sabar adalah kunci kesuksesan. Sukses dan berhasil untuk mencapai tujuan yang kita inginkan itu butuh proses. Tidak langsung tiba-tiba terjadi dalam sekejap. Segala sesuatu membutuhkan proses, butuh waktu dan kesabaran agar bisa mendapatkan hasil yang sempurna yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kita mengendalikan impian kita, bukan impian kita yang mengendalikan diri kita.
Orang sabar adalah mereka yang mampu bertahan dalam proses dan mampu melawan sifat ketidaksabaran yang ada dalam diri mereka. Mereka mampu menahan “sengsara” dari proses.
Dalam proses inilah banyak dari mereka lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memberikan izin untuk Allah melakukan yang terbaik dari upaya yang telah mereka lakukan.
Lalu bagaimana jika hasil tidak sesuai dengan yang kita inginkan? sama seperti quotes diatas, mungkin Allah sedang merencanakan sesuatu yang besar untuk kita sehingga dikemudian hari nanti kita akan sangat bersyukur karena Allah telah menakdirkan itu pada kita.
Berusaha dan bermimpilah setinggi langit, jika kita tidak bisa mewujudkannya, setidaknya kita tidak akan jatuh terlalu dalam, kita akan jatuh diantara bintang-bintang.
Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku. - Umar bin Khattab.
Lalu, bagaimana cara agar bisa bangkit lagi dari suatu kegagalan, bahkan kegagalan yang bertubi-tubi? Caranya hanya ada lima. Yang pertama, ingat kembali apa tujuan kita. Kita melakukan sesuatu pasti ada tujuannya, termasuk dalam gap year ini kita harus punya tujuan yang jelas. Disaat kita ingat itu, pasti tidak akan merasa putus asa karena kita sudah melangkah jauh untuk mencapai tujuan kita. Tinggal selangkah lagi untuk mencapai titik keberhasilan, yang pasti kuncinya harus sabar. Yang kedua, ingat orang tua kita. Mereka yang membesarkan kita, yang membiayai kita sekolah sampai saat ini dengan jerih payahnya. Tegakah jika kita berputus asa ditengah jalan sehingga membuat mereka kecewa? tentu tidak kan? pasti kita ingin membuat mereka bangga akan keberhasilan kita. Oleh karena itu, jangan sampai putus asa dan menyerah sebelum keberhasilan itu datang pada diri kita. Yang ketiga, kita harus membuat list planning dari awal gap year, sehingga jika kita lelah atau ada rasa untuk menyerah di tengah jalan kita bisa membuka list itu dan melihat bahwa kita sudah melangkah jauh dan mungkin ada beberapa rencana kita yang sudah tercapai tanpa kita sadari. Yang keempat, jangan mendengarkan orang-orang yang suka berkomentar secara toxic terhadap kita. Mungkin tetangga atau teman kita ada yang suka membanding-bandingkan kesuksesan seseorang dengan kita. Jangan terlalu peduli dengan itu jika itu membuat kita merasa down dan tidak semangat, tetapi kesuksesan seseorang bisa kita jadikan motivasi agar kita tetap semangat untuk mencapai tujuan. Yang kelima, kita harus bersyukur dengan keadaan kita sekarang. Banyak orang-orang yang tidak seberuntung kita. Ada anak yang tidak mau melanjutkan pendidikan padahal orang tuanya mampu untuk membiayainya. Ada juga orang yang ingin melanjutkan pendidikan tetapi orang tuanya tidak mampu membiayainya. Banyak-banyak bersyukur dan bersabar, insyaAllah semua akan berjalan sesuai dengan rencana dan Allah memudahkan segala urusan kita.
Uwahh, makasiii bermanfaat sekaliii, semangattt selaluuuđ
BalasHapus